Minggu, 24 Januari 2010

Waspadai diare pada anak, penanganan dan pencegahannya


Waspadai diare pada anak, penanganan dan pencegahannya.

Postingan ini merupakan pengalaman teman saya ketika teman anak saya terkena diare. Sangat merisaukan bukan ?. Ketika anak diare bukanlah hal yang kecil dan sangat patut kita waspadai karena biasanya akibat dari dehidarasi akan menyebabkan kematian bila kita lambat dalam penanganannya. Tetapi alangkah lebih baik juga kita selalu mewaspadainya dan faham cara penanganan dan pencegahannya.

Penyakit diare menurut kamus online wikipedia adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus-menerus dan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan.

Dalam pengertian lain disebutkan diare adalah buang air lebih dari 4 kali yang kondisi fesesnya berlendir disertai mules.

Anak terserang diare biasanya karena kurangnya kebersihan tangan si anak disamping faktor lain seperti pengaruh susu atau makanan yang tidak sesuai dengan umurnya serta penyakit infeksi. Sebetulnya orang tua menentukan penyebab diare si anak. Secara umum penyebab diare adalah

1. Adanya Infeksi oleh bakteri, virus atau parasit.
2. Alergi terhadap makanan atau efek samping obat tertentu, misalnya makanan pedas atau susu yang tidak cocok dengan anak tersebut.
3. Infeksi oleh bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain seperti: Campak, Infeksi telinga, Infeksi tenggorokan, Malaria, dll.
4. Pemanis buatan, tidak tahan terhadap laktosa.

Sebaiknya ketika anak kita menderita diare tidak perlu panik. Segera bawa ke dokter sebelum terjadi dehidrasi yang berlebihan sehingga membahayakan si anak. Ada baiknya kita juga faham bagaimana cara pertolongan pertama pada anak diare. Berikut tipsnya :

1. Segera berikan cairan olarit (oralit 200 ml, oralit I liter, Oralit-200 dan Pharolit-200 ) , bisa juga di berikan cairan gula garam atau kuah dari sayuran.
2. Usahakan cairan yang masuk seimbang dengan cairan yang keluar.
3. Segera bawa ke dokter.

Untuk pencegahan diare pada anak dapat dilakukan beberapa upaya praktis seperti :

* Siapkan makanan yang bersih dan higienis. Sebaiknya kita memasaknya sendiri.
* Penyediaan air minum yang bersih, tentunya di masak dengan baik.
* Kebersihan perorangan, baik kebersihan anak maupun kebersihan orang yang merawat anak tersebut.
* Cuci tangan sebelum makan. Biasakan ini sedari dini
* Pemberian ASI eksklusif
* Buang air besar pada tempatnya
* Buang sampah pada tempatnya.
* Lindungi makanan dari serangga, seperti lalat, semut dan sebagainya yang sering hinggap pada makanan.
* Lingkungan hidup yang sehat

Mungkin sobat sehat punya pendapat lain ? saya harap dapat berbagi.

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar...